ANALISIS KOMPERATIF KESEHATAN BANK PADA PT. BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN PT. BANK SYARIAH MANDIRI



DAFTAR ISI
                                                                 Halaman
JUDUL…………………………………………………………………… i
PERNYATAAN ORIGINALITAS DAN PUBLIKASI……………………. ii
LEMBAR PERSETUJUAN SIDANG……………………………………. iii
ABSTRAK……………………………………………………………….. iv
KATA PENGANTAR…………………………………………………….. vii
DAFTAR ISI……………………………………………………………... viii
DAFTAR TABEL........................................................................................ xi

BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah………………………………... 1
    2. Identifikasi Masalah…………………………………….. 3
    3. Batasan Dan Rumusan Masalah……………………….... 4
    4. Maksud dan Tujuan Penulisan…………………………... 4
    5. Kegunaan Penulisan…………………………………….. 4


BAB II LANDASAN TEORI
2.1. Tinjauan Teori……………………………………………… 6
2.1.1 Pengertian Dan Landasan Hukum Bankn Syariah.................. 6
2.1.1.1 Jenis-Jenis Perbankan Menurut Pasal 5 UU
No.7 Tahun 1992.......................................................................... 6
2.1.1.2 Prinsip Syariah.................................................................. 6 
2.1.2 Bank Syariah...................................................................... 7 
2.1.3 Fungsi Bank Syariah........................................................... 7 
2.1.4 Tujuan Akuntansi Bank Syariah Menurut Slamet
Wiyono (2006:7)......................................................................... 8 
2.1.5 Pembiayaan Bank Syariah...................................................10
2.2 Pengawasan Dan Pembiayaan Bank Syariah...........................13 
2.3 Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Juala Beli............................13 
2.4 Tingkat Kesehatan Bank Syariah............................................14 
2.4.1 Pengukuran Kinerja Secara konvensional............................14 
2.4.2 Pengukuran Kinerja Berbasis Resiko..................................15 
2.4.3 Metode CAMEL...............................................................15 
2.5 Penelitian Terdahulu...............................................................17
BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Metode Penelitian………………………………………….19
3.2. Oprasionalisasi Variabel……………………………………19
3.3. Metode Pengumpulan Data……………………………….. 21
3.4 Metode Analisis Data........................................................... 21

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL
4.1. Deskripsi Umum Perusaha……………………….............22 
4.1.1 Sejarah PT. Bank Muamalat Indonesia.............................23
4.1.2 Sejarah PT. Bank Sariahyariah Mandiri............................23
4.2. Analisis Dari PT. Bank Muamalat Indonesia Dengan PT. Bank Syariah Mandiri........................ 24
4.3 Analisis Pelaksanaan Yang Lain..........................................25
4.5 Rangkuman Hasil Penelitian................................................26

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan........................................................................27
5.2 Saran.................................................................................27

DAFTAR PUSTAKA…………………..................................28


DAFTAR TABEL
                            Halaman
Tabel 1.1.................................................................................... 24
Tabel 1.2.................................................................................... 24
Tabel 1.3.................................................................................... 25
Tabel 1.4.................................................................................... 26


BAB I
PENDAHULUAN

    1. Latar Belakang Masalah
Sebagai negara dengan kuantitas penduduk muslim terbesar didunia, instusi perbankan di indonesia ditantang untuk dapat mengoperasikan sistem perbankan di indonesia yang berbasiskan kepada syariah islam.
Meskipun agak terlambat, setelah beberapa dekade oleh kaum ulama dan pemerintah tentang persoalan dalam halal dan haramnya bunga dalam perbankkan , tahun 1992 dikeluarkan undang-undang no. 7 tahun 1992 yang kemudian diperbaiki undang-undang no. 10 tahun 1998, lalu undang-undang no. 23 tahun 1999 tentang perbakan yang menjadi dasar legalitas diadopsinya perbakan syariah dan sistem perbankan di indonesia.
Bagi masyarakat yang hidup di negara-negars maju, seperti negara-negara di Eropa, Amerika dan Jepang, ,mendengar kata bank sudah merupakan barang yang asing. Bank sudah merupakan mitra dalam rangka memenuhi semua kebutuhan keuangan mereka. Bank dijadikan sebagai tempat untuk melakukan berbagai transkaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti tempat untuk melakukan berbagai transaksi yang berhubungan dengan keuangan seperti, tempat mengamankan uang, melakukan investasi, pengiriman uang, melakukan pembayaran atau melakukan penagihan.
Disamping itu peranan perbankan sangat mempengaruhi kegiatan ekonomi suatu negara. Bank dapat dikatakjan sebagai darahnya perekonomian suatu negara. Oleh karena itu kemajuan suatu bank disuatu negara dapat pula djadikan ukuran kemajuan negara yang mengendalikan negara tersebut.
Tuntunan ajaran agama semata tetapi juga didasarkan pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana yg disimpan yang umurnya didasarkan pada tingkatan kesehatan pada bank yang bersangkutan. Adanya peningkatan bank syariah tentunya tidak terlepas semakin banyaknya penduduk yang mempercayakan uangnya disimpan kepada bank-bank. Disamping dengan semakin bertambah bank syariah maupun unit syariah. 
Hal ini tentunya dilakukan bukan hanya semata-mata adanya faktor tuntunan.
Ada dua macam tingkat kegagalan , yaitu kegagalan ekonomi dan kegagalan keuangan. Kegagalan ekonomi suatu perusahaan dikaitkan dengan ketidak seimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Kegagalan ekonomi juga bisa disebabkan oleh biaya modal perusahaan yang lebih besar dari tingkatan laba atas biaya historis investasi. Sementara itu sebuah perusahaan dikatagorikan gagal keuangannya jika perusahaan yang lebih besar tidak mampu membayar kewajibannya pada waktu jatuh tempo, meskipun aktiva totalnya melebihi kewajibannya. Keadaan ini sering didefinisikan sebagai insolvensi teknis. Tentu saja sebuah perusahaan juga akan dinyatakan failit jika total kewajibannya melebihi nilai wajar dari aktiva totalnya.
Tingkat kesehatan bank yang penting bagi stake holder terkait yaitu pemilik, pengelola, masyarakat pengguna, jasa termasuk bank indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan di indonesia klasifikasi kinerja bank terdiri dari : sehat, cukup sehat, kurang sehat dan tidak sehat. Pada kesempatan ini penulis mencoba menganalisis tingkat kesehatan bank dengan parameter yang mengacu kepada ketentuan bank indonesia dan sebagai studi kasus, penulis menggunakan laporan keuangan PT. Bank Muamalat Indonesia dan PT. Bank Syariah Mandiri sebagai perbandingan dengan menggunakan metode CAMEL Analisis tingkat kesehatan dilakukan dengan cara materil berpengaruh terhadap menguantifikasikan komponen penilaian berdasarkan informasi dan aspek lain yang secara materil berpengaruh terhadap kondisi dan perkembangan faktor yang dinilai.
Kuantitasi peningkatan penilaian tingkat kesehatan bank dilakukan dengan pemberian kredit 0 sampai dengan 100 bagi masing- masing faktor komponennya
Bobot penilaian faktor dan komponen dalam rangka kuantifikasi ( sesuai dengan peraturan bank indonesia no. 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang kesehatan bank umum) yang sering disebut sebagai metode CAMEL (capital, asset quality, management, earning, dan liquidity) dan (sesuai peraturan bank indonesia no. 9/1/PBI/2007 tanggal 24 Januari 2007 tentang sistem penilaian tingkatan kesehatan bank umum) yang sering disebut dengan metode CAMELS (capital, asset quality, management, earning, liquidity, dan sensitivy to market risk).
Pelaksanaan sistem penilaian tingkatan kesehatan bank sebagaimana dimaksud dalam peraturan bank indonesia no.9/1/PBI/2007 ini dimulai diterapkan sistem penelitian data yang berakhir bulan Desember 2007.
Berdasarkan uraian yang dikemukakan tersebut diatas dan untuk mengetahui lebih lanjut akan sistem ini maka penulis mengingatkan pentingnya penyusunan anggaran dalam hubungannya dengan penerapan anggaran penjualan guna memperoleh laba yang diharapkan, maka penulis terdorong untuk penulisan ilmiah dengan judul
  
ANALISIS KOMPERATIF TINGKAT KESEHATAN BANK PADA PT. BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN PT. BANK SYARIAH MANDIRI ”,

    1. Identifikasi dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis ingin mencoba untuk mengidentifkasi masalah yang akan di teliti :
    1. Apakah adanya komperatif tingkat kesehatan pada PT. Bank Muamalat Indonesia?
    2. Apakah adanya komperatif tingkat kesehatan pada PT. Bank Syariah Mandiri?
    3. Apakah pengaruh komperatif tingkatan kesehatan bank kepada PT. Bank Muamalat Indonesia dengan PT. Bank Syariah Mandiri?
Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka penulis ingin mencoba untuk merumuskan masalah apakah terdapat kemungkinan beberapa tugas dari Bank Indonesia terhadap tugas dari Bank Umum diterapkan pada perusahaan dan perumusan masalah yang akan diteliti adalah :
  1. Apakah ada pengaruh komperatif kesehatan tingkat kesehatan pada PT. Bank Muamalat Indonesia ?
  2. Apakah ada pengaruh komperatif kesehatan tingkat kesehatan pada PT. Bank Syariah Mandiri?
  3. Apaka ada pengaruh komperatif tingkat kesehatan pada tingkat pada PT. Bank Muamalat Indonseia dengan PT. Syariah Mandiri?

    1. Pembatasan Masalah
Batasan masalah dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman dari penelitian ini agar lebih jelas dan terarah serta tidak menyimpang dari masalah yang ada agar tidak terjadi pembahasan yang meluas dalam penelitian ini. Maka dapat dirumuskan beberapa masalah-masalah pokok yang akan diteliti. Pokok masalah tersebut antara lain:
  1. Bagaimana cara menentukan komperatif tingkatan kesehatan pada PT. Bank Mualmalt Indonesia?
  2. Bagaimana cara menetukan komperatif tingkatan kesehatan pada PT Bank Mandiri?
  3. Apakah ada hubungannya komperatif tingkatan kesehatan pada PT. Bank Muamalat Indonesia dengan PT. Bank Syariah Mandiri?
    1. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan masalah yang dikemukakan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
  1. Untuk menganalisis komperatif tingkatan kesehatan pada PT. Bank Muamalat Indonesia ?
  2. Untuk menganalisi Komperatif tingkatan kesehatan pada PT. Bank Syariah Mandiri?.
  3. Untuk menganalisis hubungan antara komperatif tingkatan kesehatan pada PT. Bank muamalat Indonesia dengan PT. Bank Syariah Mandiri?.
Share this article :
 

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MATA KULIAH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger